Warung Ayam Goreng Bu Tini yang Tidak Ada Duanya

Ketika berbicara masalah kuliner memang tidak ada yang bisa mengalahkan cita rasa kampung halaman. Begitu juga saat mampir ke warung ayam goreng bu Tini kita seperti dibawa kembali ke masakan yang cukup familiar.

Disini kami akan memberikan ulasan seperti apa sebenarnya pengalaman mampir di warung legendaris satu ini. Kamu tidak akan menemukan sesuatu yang wah namun justru hal familiar dan dekat dengan hati.

Ini adalah sebuah ulasan yang diberikan secara fair sehingga tidak memiliki tujuan sebagai jebakan turis. Kami mengulas berdasarkan fakta lapangan sehingga dapat dijadikan sebagai acuan saat hendak mengunjunginya.

Jadi ekspektasi yang akan kamu dapatkan setelah membaca ulasan ini tentu bisa fair. Tidak terlalu hype seperti beberapa ulasan yang benar-benar dibuat untuk memikat banyak orang datang kesana.

Tidak ada salahnya memberikan sedikit honest review terkait potensi legendaris Jogja satu ini. Jadi kamu bisa menjadikannya sebagai referensi apabila melihat banyak marketing untuk menuju kesini.

Ayam Goreng Bu Tini
Contents
  1. Alasan Kamu Wajib Datang Kesini
    • 1.      Ramai Namun Tidak Penuh
    • 2.      Pelayanannya Cepat
    • 3.      Tidak Terlalu Banyak Gimmick
  2. Mengupas Cita Rasa yang Sensasinya Sulit Dijelaskan
  3. Spot Legendaris Paling worth It Dikunjungi

Alasan Kamu Wajib Datang Kesini

Urusan cita rasa jelas tidak perlu diganggu gugat lagi, jadi disini kami akan jelaskan alasan lainnya. Ada beberapa aspek yang membuatnya menjadi salah satu spot makan paling pas saat liburan.

1.      Ramai Namun Tidak Penuh

Ketika kamu melihat sebuah tempat makan di kota wisata seperti Jogja yang ramai sampai antri berjam-jam tentu membuat malas. Namun jika datang ke tempat sepi jelas ragu dengan kredibilitasnya.

Warung ayam goreng bu Tini ini memberikan titik tengah bagi para wisatawan. Tempatnya ramai terutama jam makan siang namun tidak sampai penuh sehingga kita harus reservasi atau antre mencari tempat duduk.

Ini tentu dapat dijadikan sebagai salah satu solusi apabila kamu memang niat makan karena lapar. Jadi tempat ini benar-benar manusiawi dan memanusiakan para pelanggan yang datang.

2.      Pelayanannya Cepat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak spot kuliner legendaris di Jogja bisa antri sampai berjam-jam. Disini setelah kita pesan sekitar sepuluh menit saja hidangan sudah disajikan.

Pelayanannya sangat cepat dan bagus, mereka tidak menjadi angkuh hanya karena status spot kuliner legenda. Ini adalah service down to earth yang seharusnya diterapkan di berbagai lokasi lainnya.

3.      Tidak Terlalu Banyak Gimmick

Gimmick memang wajar digunakan untuk memikat konsumen masuk tempat terkait. Namun banyak spot di Jogja yang terlalu banyak menggunakan gimmick sehingga annoying saat dikunjungi.

Disini benar-benar straight forward tempatnya orang ingin makan karena merasa perutnya lapar. Jika kamu ingin bikin vlog kuliner disini tidak masalah tetap bisa, apalagi jika sekedar ingin makan.

Ketiga aspek tersebut kelihatannya memang sepele, namun jika berwisata kuliner ke Jogja ketiganya akan jadi acuan penting. Karena batas antara tempat makan asli dan jebakan turis di kota ini sekarang relatif mengkhawatirkan.

Mengupas Cita Rasa yang Sensasinya Sulit Dijelaskan

Ketika berbicara masalah rasa jelas enak dan kamu harus coba sendiri untuk membuktikannya. Namun ada yang lain selain dari rasa nikmat ketika menyantap ayam goreng bu tini.

Disini kita tidak akan dihantam dengan cita rasa luar biasa sehingga bisa membuat pelanggannya menggebrak meja. Kenikmatan dari ayam goreng ini sangat subtle dan mild sehingga cukup sulit dijelaskan.

Rasanya pas layaknya ayam goreng bacem namun ada satu hal tersendiri yang membuatnya sangat familiar. Ketika kita memakannya kenikmatan akan terasa tidak hanya dari sensasi kecapan lidah saja.

Namun ada sesuatu hal yang membuat rasanya familiar seperti sentuhan rumahan atau kampung halaman. Ini adalah perbedaan akan kita dapatkan jika datang kesini untuk makan siang.

Memang sejujurnya masih ada cukup banyak menyajikan ayam bacem lebih enak dari disini. Namun yang mampu memberikan sensasi familiar seperti itu nyaris tidak ada selama petualangan kuliner di Jogja.

Ini kedengarannya memang cukup klise namun kamu harus mencobanya sendiri untuk membuktikan. Rasanya pas, terlalu pas bahkan ketika kita bandingkan dengan beberapa penjual serupa lainnya.

Belum lagi ketika kita tambahkan sensasi saat makan siang yang ramai namun tidak riuh. Jadi disini terasa seperti tempat makan namun bukan yang sampai hingar bingar seperti beberapa tempat legendaris lainnya.

Jika sudah selesai makan kita juga bisa membeli beberapa buah tangan mulai dari jajanan tradisional. Sebagai sebuah spot yang lokasinya tidak jauh dari hotel jelas ayam goreng bu Tini harus kamu buktikan sendiri.

Spot Legendaris Paling worth It Dikunjungi

Jika berbicara spot kuliner legendari di Jogja jumlahnya ada sangat banyak sampai membuat pusing. Namun mencari yang worth it ini relatif lebih mudah karena penilaiannya tentu harus selektif.

Kanapa kami katakan ini adalah spot legendaris paling worth it dikunjungi wisatawan, pelayanannya bagus. Soal rasa pasti kembali lagi relatif tergantung lidah sang pencicip masing-masing.

Namun urusan pelayanan bisa dikatakan paling manusiawi dan memanusiakan terutama bagi orang yang asli lapar. Jika kamu datang ke tempat legendaris lainnya tentu harus bersabar karena biasanya antrian bisa berjam-jam terutama rush hour.

Jadi disini kita bisa langsung datang, duduk, pesan, tunggu sebentar, makan, dan selesai. Ini jelas salah satu aspek yang mulai hilang dalam dunia kuliner Jogja dimana mulai mengesampingkan pelayanan.

Apabila ingin mampir kesini atau mencoba berkeliling hunting kuliner lainnya lebih baik pakai travel saja. Salah satu opsi yaitu 88bintangtransport.net. Kami sudah biasa mengantarkan banyak wisatawan memenuhi hasrat liburan mereka.

Hype wisata kuliner di Jogja memang masih membara dan belum ada tanda akan meredup. Jika kamu ingin sentuhan yang membaranya mild maka ayam goreng bu Tini adalah pilihan paling tepat diambil.

Menu andalan yang tak boleh dilewatkan di restoran ini adalah ayam goreng bacemnya. Di restoran ini menawarkan kuliner spesial dari olahan ayam bumbu bacem. Pecinta kuliner bisa merasakan bumbu yang meresap sampai bagian daging dan tulang ayam. Apalagi ayamnya memiliki tekstur lembut dengan aroma rempah menggoda bisa dirasakan ketika menyantap ayam goreng bacem Bu Tini ini.

Fransiska Susilowati, putri ke lima dari Bu Tini menuturkan, resep ayam goreng bacem khas Bu Tini ini terbuat dari bahan makanan alami pilihan. Bahan bahan rempah lokal yang berkualitas diracik untuk mendapatkan cita rasa khas. Cita rasa ayam goreng bacem sebacem bacemnya ini rahasianya terletak pada bumbu bacem racikan pegiat Kuliner asal Yogyakarta, Bu Tini. Resep ini sudah tersaji sejak 50 tahun lalu.

Satu porsi utuh ayam goreng  bacem Bu Tini bisa untuk bersantap 5 hingga 6 orang. Lalapan mentah dan sambal khas Bu Tini menjadi paduan yang pas untuk menyantap ayam goreng bacem ini. Menu di Cabang Lowanu beragam. Selain menu khas ayam goreng bacem, juga tersedia menu seperti lodeh dan oseng pepaya.

Untuk menu pendamping juga disediakan berbagai jenis sayuran, antara lain ada, ca brokoli, ca kangkung,  dan trancam. Sementara untuk minuman juga disediakan beragam menu. Setelah menyantap hidangan utama, pilihan es buah menjadi paling favorit selain wedang uwuh dan berbagai jus.

Restoran ini tak hanya menyajikan menu reguler saja yang bisa dinikmati langsung di restoran, namun juga menerima pesanan nasi box untuk beragam keperluan dengan harga yang sangat terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *