Sejenak merefresh pikiran, agar imun tetap terjaga menjadi sebuah kebutuhan. Asal tetap menggunakan protokol kesehatan, agar aman di masa pandemi. Banyak pilihan tempat untuk refreshing, bisa di pegunungan, di pantai, di perbukitan, bahkan mall. Memandang laut lepas, sejenak beristirahat dari hiruk-pikuk kota mungkin bisa menjadi alternatif.

Lokasi Pantai Siung
Yogyakarta memiliki destinasi wisata alam yang menarik. Pantainya disetiap kabupaten juga banyak pilihan pantai yang menarik. Seperti di kabupaten Gunungkidul yang memiliki pantai-pantai mempesona. Pantai-pantainya memiliki pemandangan indah dan khas pasir putih, bukit karang, tebing-tebingnya menakjubkan. Adalah pantai siung yang merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Gunungkidul. Tepatnya di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Berjarak sekitar 77 km dan ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dari pusat Kota Jogja,
Pantai Siung memiliki banyak batu karang besar tersebar di sisi barat dan timur pantai. Keberadaan batuan karang raksasa pun menambah daya tarik pantai ini. Saat batuan karang terhantam oleh ombak besar, momen ini dapat menjadi objek foto yang menarik. Bentuk batu karang besar tersebut menyerupai gigi kera atau siung wanara. Dari bentuk batu karang inilah pantai ini dinamakan pantai Siung. Di sekitar pantai ini memang terdapat kera ekor panjang. Namun keberadaan kera-kera tersebut semakin langka. Mereka hanya akan muncul saat suasana pantai sepi atau saat malam hari.
Sejarah Pantai Siung
Menurut sejarah setempat, pantai ini dulu sempat menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunungkidul. Ini terjadi pada masa Walisongo. Sebagian besar masyarakat Siung saat itu bekerja sebagai pembuat garam dengan mengandalkan air laut. Garam sebagai sumber penghidupan dan barang dagang utama di Pasar Winangun yang berlokasi di dekat pantai. Saat ini pasar tersebut dikenal dengan nama Pasar Jowinangun. Jowinangun merupakan singkatan dari Jobo Winangun atau yang berarti di luar wilayah Winangun.
Spot Menarik Pantai Siung
Di pantai ini, pengunjung tak hanya bisa menikmati air laut tapi ada beberapa spot yang patut dicoba. Untuk anda yang menyukai tantangan, perlu mencoba panjat tebing. Pantai ini memang dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi. Tahun 1989, pencinta alam asal Jepang berkunjung ke Pantai Siung. Mereka menjadikan batu-batu karang raksasa ini sebagai lokasi panjat tebing. Akhirnya hal ini menginspirasi beberapa pihak untuk mengadakan kompetisi Asean Climbing Gathering pada tahun 1990-an. Sejak itulah popularitas panjat tebing Pantai Siung mulai dikenal para pencinta panjat tebing. Kompetisi berlanjut dari tahun ke tahun. Pada tahun 2005, event Asean Climbing Gathering yang diikuti 250 partisipan dari 65 negara. Di tahun yang sama, pemerintah Yogyakarta juga menjadikan Pantai Siung sebagai lokasi resmi kegiatan panjat tebing. Pantai Siung pun berhasil mendapat penghargaan the Best Climbing Rocks Site in Yogyakarta.
Aktifitas Seru di Pantai Siung
Wisatawan bisa mencoba menakhlukkan tebing ini. Selain digunakan untuk panjat tebing, bebatuan karang dan tebing itu juga berfungsi sebagai penghalau deburan ombak yang kemudian secara alami membentuk sebuah kolam alami. inilah yang sering dimanfaatkan wisatawan untuk bermain air. Pantai Siung juga menawarkan beragam aktivitas seru yang bisa dilakukan, diantaranya;
1.Panjat tebing
Merasakan memanjat tebing dengan sensasi deburan ombak memecah bebatuan karang merupakan pengalaman tersendiri. Pantai Siung memiliki sekitar 250 spot panjat tebing dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Tebingnya memiliki zona panjat yang dibagi menjadi beberapa blok, mulai dari blok A hingga blok K. Masing-masing zona memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi. Disediakan kusus untuk pemula maupun pemanjat profesional. Zona Kuda Laut dan Pancaran Siung digunakan oleh pemanjat professional, karena memiliki tingkat kesulitan tinggi. Ketika memanjat, juga akan merasakan sensasi deburan ombak yang memecah bebatuan karang. Tertarik untuk mencoba panjat tebing, di Pantai ini? Anda bisa memilih paket wisata panjat tebing pada penyedia tour. Dengan didampingi para ahli, tak perlu khawatir jika anda termasuk pemanjat tebing yang baru.
2. Berkemah
Para pemanjat biasanya ikut berkemah di Pantai ini. Pemanjat biasa melakukan panjat tebing pada pagi dan sore hari. Karena pagi dan sore waktu terbaik untuk melakukan panjat tebing. Karenanya, banyak di antara mereka memilih untuk menginap di Pantai Siung. Mereka mendirikan tenda di area kemah yang berada di balik batuan karang raksasa. Bukan hanya para pemanjat tebing saja, namun pengunjung yang ingin menikmati suasana malam di Pantai ini pun boleh berkemah. Sambil berkemah anda bisa menikmati api unggun bersama teman atau keluarga.
Bisa membawa tenda sendiri dan bisa menyewa tenda. Bisa juga menginap di sebuah rumah panggung kayu yang terletak di dekat area kemah. Jika ingin menggunakan rumah panggung anda menyewa dari warga setempat, Berkemah disini, anda dikenai biaya kebersihan sebesar Rp10.000 kepada petugas keliling.
3. Hammock
Dengan menggunakan hammock warna-warni anda bisa bersantai menikmati semilir angin pantai. Anda bisa memasang hammock diantara tebing atau bebatuan karang raksasa.
Biasanya para pemanjat, bersantai di hammock untuk menunggu giliran panjat tebing.
4.Jalan-jalan di Bukit Pengilon
Nama yang unik, Pengilon yang bermakna cermin. Bukit ini terletak di sebelah timur Pantai Siung. Di bukit yang berupa hamparan rumput hijau ini anda bisa menikmati pemandangan pantai Siung dari ketinggian. Di Bukit ini juga akan terlihat gugusan pantai lain yang berada di kawasan Gunungkidul, seperti Pantai Wediombo dan Pantai Watu Lumbung. Panorama matahari terbit juga sangat indah dilihat Dari bukit ini. Untuk menuju Bukit Pengilon anda harus menaiki bukit yang berada di sisi timur pantai. Setelah itu, ikuti jalan setapak yang ada. Anda akan melewati pantai Banyunibo dengan pesona air terjun yang bisa kamu kunjungi sejenak.
Fasilitas di Pantai Siung ini juga memadai. Lahan parkir, toilet, tempat ibadah, dan beberapa warung makan menyajikan masakan seafood dan juga beberapa menu khas Yogyakarta.
Untuk masuk ke Pantai dikenakan tiket sebesar Rp3.000 per orang. Parkir sepeda motor sebesar Rp2.000, sementara biaya parkir mobil adalah Rp5.000.
Lokasinya cukup terpencil, jalur yang dilaluipun menanjak, berkelok, hingga ruas jalan yang menyempit. Oleh sebab itu, pastikan kendaraan dalam kondisi fit/baik. Rute menuju pantai ini dari Jogja, bisa melalui Wonosari. Setelah menempuh 9 km perjalanan, terdapat pertigaan dengan petunjuk arah. Pilihlah jalur Pantai Siung melalui Bintaos dan Tepus. Sesampainya di pertigaan Winangun, belok kanan untuk sampai tujuan. Jika dari Klaten. Bagi yang berangkat dari Klaten, anda menggunakan rute Semanu Giripanggung, lalu melanjutkan perjalanan melalui Klayu, hingga Winangun. Dari Solo, anda melewati Praci ke arah Baran. Setelah itu ke arah selatan menuju Nglindur dan belok kanan di pertigaan sebelum Pasar Ngrancah. Lalu, lanjutkan perjalanan hingga bertemu Pasar Jepitu dan pertigaan Winangun. Ambil kiri untuk sampai di Pantai Siung. Nah, sudah tahu rute-rutenya, tinggal pilih saja anda bisa lewat mana. Penasaran dengan pantainya dan panjat tebingnya? Agendakan untuk berlibur di pantai Siung dengan keluarga dan kerabat. Tetap gunakan prokes (protokol kesehatan).
