Siapa sangka dari sebuah warung sederhana terdapat cita rasa unik dan luar biasa mie Jawa Mbah Mo. Warung bakmi Mbah Mo ini jika kita lihat memang tidak pernah sepi pengunjung mulai sore sampai tengah malam.
Ini adalah salah satu kuliner melegenda yang jelas wajib dikunjungi saat mampir ke Jogja. Daerah ini memang kaya dengan berbagai kuliner yang mampu memanjakan lidah para pengunjungnya.
Jadi tidak terlalu sulit mencari kuliner legendaris yang sudah beberapa dekade menjadi andalan warga. Mie jawa Mbah Mo ini kami bahas karena memang layak dijadikan destinasi mencicipi kuliner unik.
Bakmi Jawa disini resepnya berbeda dan mampu memberikan cita rasa luar biasa bagi para penikmatnya. Unik dan enak adalah kombinasi yang bisa menjadi sebuah acuan penting dalam mencari kudapan.
Mari kita mengenali kuliner ini sehingga bisa tahu apakah memang worth it untuk dicicipi atau tidak. Sebagai wisatawan tentu saja kamu ingin kualitas terbaik dan mampu memanjakan lidah secara maksimal.

- Sejarah Singkat Bakmi Mbah Mo
- Bakmi Jawa Unik yang Tidak Pernah Sepi
- Memang Tempatnya di Desa Namun Selera Orang Kota
- Lokasi Bakmi Mbah Mo
Sejarah Singkat Bakmi Mbah Mo
Warung ini sudah berjualan bakmi sejak tahun 1986, lokasinya tidak jauh dari pantai Parangtritis. Tepatnya di Jalan Parangtritis Km 11, Dusun Code, Trienggo, Bantul, Yogyakarta jadi memang rute utama jika menuju ke Parangtritis.
Awalnya Mbah Mo adalah seorang petani bersama kakaknya Mbah Rebo, khas perekonomian desa sekali. Ide untuk menjual bakmi godog ini sendiri tercetus oleh Mbah Rebo sang kakak.
Jelas ide tersebut hanya dianggap sebagai guyonan saja karena siapa juga yang akan beli di daerah seperti ini. Karena pada tahun tersebut lokasi ini masih bisa dikatakan sebagai hutan dan belum banyak rumah.
Jadi jelas saja ide tersebut dianggap absurd oleh keluarganya, lebih baik tetap bertani untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun akhirnya tetap saja warung ini berdiri sebagai sebuah guyonan keluarga.
Awalnya tempat tersebut tidak terlalu ramai pengunjung karena siapa yang mau sampai masuk ke pelosok hanya untuk makan mie. Namun itu semua berubah sekitar tahun 90an saat menantunya (suami bu Jiah pengelola sekarang) mulai mempromosikan.
Suami bu Jiah yang berprofesi sebagai penyuluh BKKBN sering mengadakan rapat di warung tersebut. Puncaknya pada saat ada salah satu menteri yang diajak makan ke tempat tersebut dan terkejut dengan rasanya yang enak.
Siapa sangka sebuah warung yang tempatnya di tengah kebun atau bisa disebut hutan menyajikan kudapan nikmat. Disinilah banyak pelanggan luar kota mulai berdatangan berkat promosi dari mulut ke mulut.
Mulai dari kementerian tertentu dan terus menular ke lebih banyak pangsa pasar. Tempat ini akhirnya menjadi sangat ramai karena memang menyajikan bakmi yang berbeda dan memiliki cita rasa unik.
Bakmi Jawa Unik yang Tidak Pernah Sepi
Apa saja sebenarnya keunikan kudapan ini sehingga membuatnya tidak pernah sepi pelanggan. Berikut ini akan kami jelaskan sehingga kamu bisa tahu lebih dalam terkait kuliner ini.
1. Menggunakan Telur Bebek
Berbeda dengan resep biasa disini telur yang digunakan adalah telur bebek sehingga rasanya jauh lebih gurih. Meskipun begitu tidak ada rasa atau aroma amis yang biasanya keluar dari telur bebek.
Ini adalah salah satu rahasia resep asli mie Jawa Mbah Mo yang sudah melegenda. Jadi jangan kaget jika disini rasanya berbeda dengan bakmi Jawa lainnya yang pernah kamu makan.
2. Tidak Pakai Kecap
Keunikan berikutnya dari kudapan disini adalah tidak menggunakan kecap sebagai bumbu. Dari segi tampilan ini membuatnya terlihat lebih pucat meskipun memesan bakmi goreng.
Namun jangan khawatir dengan kombinasi bumbu rahasia Mbah Mo tanpa kecap rasanya tetap nendang. Ini adalah keunikan tersendiri dari kuliner disini karena memang tidak biasa.
3. Hanya Menyediakan Minuman Hangat atau Panas
Selain dari makanan ternyata minuman disini juga hanya disajikan dalam kondisi hangat atau panas. Kemudian semuanya juga menggunakan gula batu asli sebagai pemanisnya.
Ini tentu saja dapat meningkatkan cita rasa saat meminumnya dan paling penting mampu membasuh dahaga. Makan bakmi goreng disini dapat langsung dihilangkan sensasi berminyaknya dengan teh hangat.
Beberapa aspek tersebut tentu dapat menjadi sebuah keunikan tersendiri apabila kita bandingkan dengan lainnya. Tidak hanya enak ternyata ada hal unik dalam penyajian maupun pelayanannya.
Memang Tempatnya di Desa Namun Selera Orang Kota
Kesan pertama ketika pelanggan baru datang kesini jelas, apa mungkin warung sederhana bisa seenak itu. Namun jika kita lihat banyaknya pelanggan tentu memantik rasa penasaran lebih dalam.
Boleh saja tempat berjualannya di desa yang lumayan masuk ke dalam, namun urusan rasa jelas cocok bagi lidah kota. Spot warung ini memang sedikit sulit ditemukan ketika berwisata kesini secara independen.
Namun jika kamu bertanya warga sekitar pantai Parangtritis pasti jelas sudah tahu dimana warung Mbah Mo. Salah satu solusi lebih mudah agar bisa sampai ke tempat ini adalah menggunakan layanan travel seperti 88bintangtransport.net.
Kami siap mengantarkan kamu menuju berbagai macam destinasi wisata atau kuliner baik mainstream sampai underrated. Dengan menggunakan layanan seperti ini tentu pengunjung dari luar daerah bisa merasa lebih mudah.
Memang ketika ingin berburu kuliner yang cukup pelosok seperti ini harus menggunakan layanan travel agar lebih mudah. Jadi kita tidak perlu kesulitan berburu kudapan unik untuk menggoyang dan memuaskan lidah.
Sebagai sebuah tempat yang sudah menjadi destinasi andalan baik warga lokal maupun wisatawan luar daerah kamu perlu mencobanya. Buktikan sendiri seperti apa cita rasa unik mie Jawa Mbah Mo yang bukan sekedar hype saja.
Ketika berwisata ke Jogja memang tidak lengkap jika lidah belum dipuaskan dengan berbagai opsi kuliner nikmat. Salah satu tempat yang wajib kamu kunjungi jelas warung bakmi Mbah Mo yang sudah melegenda.
Lokasi Bakmi Mbah Mo
Rute tercepat untuk bisa sampai di lokasi ialah melalui Jalan Parangtritis. Pertama, di Jalan Malioboro ambilah arah ke selatan menuju Jalan Suryatmajan. Dari Jalan Suryatmajan belok kanan sekitar 500 meter ke Jalan Mayor Sutomo.
Kemudian teruslah ke Jalan Brigjend Katamso, lalu belok menuju arah Jalan Mayjend Sutoyo sekitar 30 meter lalu langsung belok kiri ke Jalan Parangtritis. Setelah mengemudi di Jalan Parangtritis sejauh 9 kilometer tibalah anda di pertigaan Trirenggo.
Dari arah pertigaan Trirenggo belok ke kanan sekitar 300 meter. Lalu belok kiri sedikit kemudian beloklah kanan sekitar 200 meter. Beloklah ke kanan di pertigan ketiga sekitar 60 meter dan kemudian sampailah anda di kedai Bakmi Mbah Mo.
Lokasi bakmi mbah mo ini lumayan jauh dari pusat kota Jogja, jaraknya yaitu hanya sekitar 25 kilometer yang mana bisa ditempuh dengan memakan waktu kira-kira 30 menit. Untuk bisa sampai disana anda bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun empat atau lebih cepat dan hemat dapat menggunakan layanan sewa mobil kami
